Diberdayakan oleh Blogger.

Advertise Here

Jumat, 09 Desember 2016

Elite Media News

Inilah Alasan Ahok Ngebet Pengen Beli Tanah Bekas Kedubes Inggris

Ahok Saat Kampanye di Cipete @merdeka.com
Elite Media News - Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) melanjutkan rencana pembelian lahan bekas Kedubes Inggris direncanakan Joko Widodo. Alasannya, Pemprov DKI Jakarta akan menjadikannya sarana bagi demonstran dan lokasi ruang kontrol.Ahok mengatakan, berdasarkan aturan pemerintah harus menyediakan lahan untuk menyampaikan aspirasi. Rencananya lahan berada di dekat Bundaran Hotel Indonesia itu akan menjadi taman untuk melakukan demonstrasi.

"Secara undang-undang kan harus ada tempat demo. Terus kita juga pengen ada satu pusat tempat wisata untuk komunikasi, kamu kalau bisa nongkrong di situ bisa lihat semua monitor MRT, LRT, kereta api, bus itu baik. Terus kalau kita beli ke dubes jalannya akan kita buka. Kan mesti ada tempat demo juga kan kita bukan kan. Kalau ke dubes itu kita beli kan kita buka," kata Ahok di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (9/12).

Selain itu, mantan Bupati Belitung Timur ini mengharapkan, taman yang berada di lahan seluas 4.185 meter persegi ini dapat menjadi ruang terbuka. Sehingga orang-orang yang bekerja di perkantoran mampu menikmati taman di pusat kota.

"Di luar negeri kan begitu. Makin pusat kota pasti ada taman, kalo di Washington di mana supaya orang-orang kantoran itu bisa nikmatin taman di situ kan nah jadi sebetulnya kalau kamu mau liat air mancur menari di Bundaran HI 24 jam daerah situ nanti gitu loh," terangnya. (merdeka.com)
Elite Media News

Sandiaga Uno Berjanji Tingkatkan Ekonomi Warga Jakarta

Sandiaga Uno , Foto : Jesika Carina kompas.com
JAKARTA, Elite Media News- Bakal Cagub DKI Jakarta Sandiaga Uno memiliki pendapat sendiri mengenai situasi perekonomian warga Jakarta.

Dia mengatakan sedang terjadi krisis lapangan pekerjaan sebagai dampak gelombang PHK yang besar.

"Imbasnya semakin susah mencari pekerjaan. Semakin menurun pula penghasilan warga Jakarta dan biaya hidup semakin tinggi," ujar Sandiaga di Kemayoran, Minggu (27/3/2016).

Berbekal pengalamannya sebagai pengusaha, Sandiaga memiliki rencana sendiri untuk mengatasi masalah itu. Menurut dia, ada beberapa hal yang akan dia lakukan untuk memperbaiki kondisi ekonomi Jakarta. Dia ingin menciptakan iklim usaha yang kondusif.

"Kemudian mendorong wirausaha untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Pemerintah harus hadir di sini sebagai fasilitator," ujar Sandiaga.

Kemudian, Sandiaga akan berupaya melakukan stabilisasi harga bahan pokok di pasaran. Caranya adalah dengan cara memotong sependek mungkin rantai distribusi suatu barang. Sehingga, harga juga semakin terjangkau.

"karena rantai distribusi yang terlampau panjang ini membuat harga fluktuatif dan tidak terjangkau bagi rakyat kecil," ujar Sandiaga. (kompas.com)
Elite Media News

Ibu-Ibu Kelurahan Sukabumi Kerubungi Sandiaga Uno

Politisi Gerindra, Sandiaga Uno mendatangi masyarakat RT 9 RW 4 Kelurahan Sukabumi Utara, Jakarta Barat Kompas.com/David Oliver Purba
JAKARTA, Elite Media News—Politisi Partai Gerindra sekaligus pengusaha, Sandiaga Uno, menjadi pusat perhatian ketika mendatangi warga di Kelurahan Sukabumi, Jakarta Barat, Selasa (29/3/2016).

Warga yang didominasi oleh ibu rumah tangga ini tersenyum semringah dan tampak malu ketika Sandiaga datang menyalami mereka satu per satu.

"Selfie dulu Pak Sandi," kata ibu-ibu rumah tangga yang berkerumun tersebut dengan senyum lebar.

Sandiaga memenuhi permintaan warga yang ingin berfoto dengannya. Segera, puluhan wanita paruh baya itu mengerubunginya.

"Sini, Pak, foto, ada yang janda, nih," kata seorang ibu bercanda kepada Sandiaga.

Tak ingin kalah, Sandi pun membalas candaan ibu tersebut. "Ayo mari yang ingin selfie, mana tadi yang janda?" seloroh Sandiaga.

Sebelumnya, warga Sukabumi mengaku tak mengenal sosok Sandiaga Uno. Warga hanya tahu, mereka dikumpulkan untuk mendengarkan penyuluhan.

Sandiaga Uno bertemu dengan warga Kelurahan Sukabumi untuk menghimpun aspirasi masyarakat. Kegiatan ini dilakukan untuk mengantarkannya lebih dekat ke kursi DKI 1 pada tahun depan. (kompas.com)
Elite Media News

Ini dia Penyebab Elektabilitas Sandiaga Uno tak Kunjung Naik

Jessi Carina / Kompas.com
JAKARTA, Elite Media News - CEO Cyrus Network Hasan Nasbi mengatakan, elektabilitas bakal calon gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno tak juga meningkat.

Hal ini, menurut dia, dikarenakan Sandiaga hanya dikenal oleh kalangan kelas menengah ke atas. (Baca: Sandiaga Uno Gencar Dekati Warga).

"Segmen Sandiaga benar-benar di kelas profesional dan pengusaha muda. Sisanya susah mengembangkan elektabilitasnya di luar itu," kata Hasan, kepada wartawan, di Matraman, Jakarta, Rabu (30/3/2016).

Meski sudah bersosialisasi dan turun ke tengah-tengan masyarakata, kata dia, Sandiaga masih belum mampu menarik minat warga.

Sandiaga dengan karakternya itu belum mampu menyentuh warga di luar kelas menengah.

"Kan profesional dan pengusaha itu kecil lingkupnya. Masyarakat di luar itu, dia belum dapat," kata Hasan.

Sandiaga merupakan bakal calon gubernur yang masuk dalam tim penjaringan oleh Partai Gerindra. (Baca: Ini Tips Menjadi Pengusaha dari Bakal Calon Gubernur Sandiaga Uno).

Sandiaga bersaing dengan anggota DPR Biem Benyamin, anggota DPRD DKI Mohamad Sanusi, hingga mantan Wakil Menhan Sjafrie Sjamsoeddin.

Partai besutan Prabowo Subianto itu memiliki 15 kursi di DPRD DKI Jakarta sehingga harus berkoalisi dengan parpol lainnya untuk mengusung pasangan cagub dan cawagub. (kompas.com)
Elite Media News

Janji Sandiaga Uno Kepada Persija

Sandiaga Uno saat Lari pagi di Kanal Banjir Timur / kompas.com
JAKARTA, Elite Media News - Bakal calon Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno turut menanggapi polemik klub sepak bola asal Jakarta, Persija.

Ia menawarkan solusi untuk menghidupkan kembali kejayaan Persija. (Baca: Sandiaga: Jagokan Persib Deh Biar Ridwan Kamil Senang ).

"Saya akan bekerja sama dengan aktivis-aktivis, dengan dunia usaha, supaya bisa dikelola lebih profesional," kata Sandiaga saat ditemui di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Minggu (3/4/2016).

Sebagai pengusaha, Sandiaga menilai niat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama untuk mengambil alih pengelolaan Persija di bawah BUMD PT Jakpro kurang tepat.

"Kita enggak bisa ambil alih, masih banyak ekonomi yang belum tersentuh. Rakyat enggak memberi mandat untuk investasi itu," kata Sandi.

Ia berpendapat, sepak bola perlu menjadi industri tersendiri agar lebih sehat seperti yang terjadi di luar negeri.

Sandiaga juga membandingkan Persija dengan sejumlah klub lain di Indonesia, seperti Bali United dan Persib, yang menurutnya sudah dikelola dengan profesional.

"Mesti dipisahkan, bukan tugas Pemprov untuk mengelola, tetapi mungkin bisa menyediakan stadionnya," ujar Sandi.

Tahun lalu, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berulang kali menegaskan rencana Pemprov DKI Jakarta untuk membeli saham PT Persija Jaya Jakarta melalui BUMD DKI.

Untuk awalnya, Pemprov DKI akan membeli saham Persija sebesar 20 persen.

Namun, akuisisi ini tak kunjung terealisasi karena Persija memiliki tanggungan yang harus diselesaikan kepada pemain maupun jajaran pelatih kurang lebih mencapai Rp 1,8 miliar. (kompas.com)
Elite Media News

Ini Dia Rencana Sandi Unruk Persija

Sandiaga Uno Memakai Kaos The Jak : Akhdi kompas.com
JAKARTA, Elite Media News - Calon wakil gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, mengaku memiliki rencana besar terhadap klub sepak bola Persija Jakarta. Ia menginginkan klub yang dijuluki  Macan Kemayoran itu menjadi tim bertaraf internasional.

Salah satu caranya, kata Sandi, adalah membangun stadion sepak bola bertaraf internasional yang bisa menjadi home base klub kesayangan warga Jakarta tersebut.

"Jakmania (kelompok suporter Persija) merindukan klub sepak bola bertaraf internasional dan memiliki stadion bertaraf internasional," kata Sandi di kawasan Tambora, Jakarta Barat, Sabtu (25/11/2016).

Sandi berjanji, jika dirinya bersama Anies Baswedan terpilih sebagai wakil gubernur dan gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022, mereka akan mewujudkan mimpi dari para Jakmania untuk memiliki stadion bertaraf internasional. Ia memperkirakan, realisasi proyek stadion tersebut akan selesai dalam kurun waktu 18 sampai 24 bulan.

Stadion tersebut akan dibangun di Taman BMW, Jakarta Utara. Soal status sengketa lahan itu,  Sandi mengatakan ia akan mencoba untuk memecahkan persoalan tersebut.

Dana pembangunan stadion itu, kata dia, sebanyak 200 juta dollar AS.

"Kami perkirakan, dananya mencapai 150 sampai 200 juta USD untuk stadion bertaraf internasional yang bisa bersaing dengan stadion-stadion kelas dunia seperti di Manchester United," kata Sandiaga.

Ia mengungkapkan, Pemprov DKI Jakarta tak perlu membeli saham kepemilikan Persija Jakarta. Menurut dia, Pemprov hanya perlu mendukung dalam hal melakukan pembangunan infrastruktur untuk menunjang klub tersebut.

Ia berandai-andai, nantinya Persija dijadikan seperti koperasi. Jakmania bisa membeli kepemilikan saham di Persija Jakarta.

"Jadi bentuknya nanti kayak koperasi, Jakmania bikin koperasi yang gede, jadi puluhan ribu Jakmania memiliki saham di Persija. Dengan begitu kita tidak akan merusak klub kita. Karena kita merasa memiliki," kata Sandi.

Sandi menambahkan, jika Persija bersama Jakmania bisa dikelola secara baik, maka akan menjadi hal positif ke depannya. Ia menilai, selama ini Jakmania dikonotasikan negatif karena tidak mendapat pengelolaan yang baik.

"Kenapa sekarang Jakmania diidentikan dengan rusuh? Ya itu karena tidak dikelola secara baik. Enggak ada pemimpinnya, enggak ada panglimanya. Insyaallah nanti saya mau jadi panglimanya," kata Sandiaga. (kompas.com)
Elite Media News

Jakmania : Jika Tak Ada Stadion Tak ada Suara Untuk Agus

JAKARTA, Elite Media News - Jakmania, kelompok pendukung klub sepak bola Persija, di daerah Angke, Jakarta Barat, menyampaikan pesan khusus kepada calon gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono. Pesan tersebut berkaitan dengan pembangunan stadion untuk Persija.

"Mas Agus tolong bangun stadion. Kami butuh stadion," kata salah seorang anggota Jakmania kepada Agus di Angke, Tambora, Jakarta Barat, Jumat (9/12/2016).

Menurut anggota Jakmania itu, pembangunan stadion diperlukan agar mereka tak perlu repot berjalan ke kota lain setiap kali Persija bertanding. Ia mengatakan jika Agus berkomitmen membangun stadion, anggota Jakmania Angke akan memberikan suara mereka kepada Agus.

Para anggota Jakmania tampak membawa spanduk berisi permintaan stadion kepada Agus.

"Enggak ada stadion, enggak ada suara," tulis Jakmania Angke di spanduk tersebut.

Di depan mereka, Agus berkomitmen untuk membangun fasilitas stadion bagi Persija. Menurut dia, kecintaannya terhadap olahraga mendorong dia untuk mengembangkan Persija.

"Tidak hanya untuk bertanding, tapi kota juga ingin mempunyai homebase yang membanggakan," kata Agus.

Agus maju bersama Sylviana Murni pada Pilkada DKI Jakarta 2017. Pasangan itu didukung Partai Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Amanat Nasional (PAN). (kompas.com)