Kamis, 08 Desember 2016

Elite Media News

RS Goeteng di Nilai Kinerjanya

Foto : Facebook Berita Purbalingga
Purbalingga Elite Media News - RSUD Goeteng di Nilai Kinerjanya
----
Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) melakukan survei dan penilaian di RSUD dr Goetheng Tarunadibrata. Penilaian yang dilakukan Tim survei akreditasi rumah ‎sakit versi 2012 ini dilaksanakan selama tiga hari mulai Senin-Rabu (5-7/12)
"Penilaian dilakukan sebagai persyaratan pelayanan BPJS. Karena jika sebuah Rumah sakit ada pelayanan BPJS-nya wajib lulus akreditasi," kata Direktur RSUD Goetheng, dr Nonot Mulyono, Rabu (7/12).
Menurutnya, tim berjumlah tiga orang dengan ketua dr Zaenal Abidin beserta anggota dr Tuti Satriawati dan Luh Gede Sukaningsih melakukan survei akreditasi apakah pelayanan RSUD sudah sesuai standar atau belum. Penilaian mulai dari
‎setiap ruangan RSUD, administrasi, pelayanan hingga kelengkapan alat keamanan dan keselamatan rumah sakit.
''Banyak sekali hal yang dinilai, bagaimana kebijakan pimpinan terhadap seluruh pelayanan juga dinilai. Apakah keselamatan pasien diutamakan, bagaimana hak dan kewajiban pasien diperhatikan oleh petugas rumah sakit," katanya.
Untuk kelengkapan alat keamanan dan keselamatan rumah sakit, lanjut dia, di setiap tempat harus ada alat pemadam api ringan (APAR). Selain itu di setiap ruangan harus ada tim penyelamat dari kebakaran, baik penyelamatan pasien, peralatan, maupun dokumen.
''Istilahnya harus ada tim code red. Rumah sakit juga harus ada tim code blue yang siap selalu menangani jika ada pengunjung yang tiba-tiba jatuh pingsan di lingkungan rumah sakit,'' ujarnya.
Nonot menjelaskan, menghadapi penilaian akreditasi ini, pihaknya sudah melakukan persiapan mulai setahun yang lalu. Kendati demikian tidak diingkari jika masih ada kekurangan di berbagai sisi.
Sementara, Ketua Tim Surveior, ‎dr Zaenal Abidin menyebut, segala aspek pada rumah sakit harus dinilai dan disurvei secara detail. Untuk itu pihaknya membutuhkan waktu selama tiga hari.
‎"Segala risiko di rumah sakit harus diantisipasi, termasuk pencegahan dan pengendalian infeksi. Apakah petugas selalu cuci tangan dengan desinfektan setiap kontak dengan pasien juga masuk dalam penilaian," katanya.
Lebih lanjut kata Zaenal, pelayanan para dokter pun tak luput dari penilaian, seperti daftar kewenangan klinis, surat izin serta kelengkapan praktik. Tim juga memeriksa catatan rekam medis pasien serta melakukan interview kepada pasien. Tujuannya, tim harus memastikan pelayanan RSUD itu sudah bagus atau belum, khususnya untuk pasien.
''Akreditasi ini mempunyai nilai penting bagi rumah sakit. Rumah sakit wajib lulus akreditasi karena BPJS mensyaratkan lulus akreditasi ini. Jika tidak terakreditasi maka BPJS tidak mau bekerja sama," katanya. (berita Purbalingga)